Bincang-Bincang Buku “& Musik Menjadi Visual” di Lokananta Records Store
![]() |
| Foto: Syintya |
Belakangan ini Kota Solo nyaris setiap hari turun hujan, barangkali pepatah Januari adalah hujan sehari-hari masih relevan sampai saat ini. Meski begitu, tak menyurutkan pengunjung untuk hadir ke tempat yang saat ini digadang-gadang sebagai Destinasi Cagar Budaya Musik Indonesia, yakni Lokananta yang bertempat di Jl. Ahmad Yani 379A Kerten, Kec. Laweyan, Kota Surakarta.
Di tempat bersejarah tersebut digelar sebuah acara bertajuk Bincang-Bincang yang membedah buku & Musik Menjadi Visual karya Arsita Pinandita tepatnya di ruangan Lokananta Records Store, Surakarta (16/01). Diskusi sore itu membahas visual/ilustrasi, musik dan bagaimana instrumen tersebut dapat mempengaruhi keberhasilan suatu kugiran. Penulis buku memberikan contoh keberhasilan band new wave asal Jakarta: The Upstairs, kemudian Naif dan beberapa band lokal Jogja seperti Sangkakala. Secara visual penampilan mereka tentu sangat menarik dan mudah diingat.
Tak lupa diskusi ini juga dibersamai oleh Greg Sidharta (Syrian, kugiran dari Salatiga). Ia memilih mengambil peran mengkoordinasikan ide dari kawan-kawannya saat pembuatan sampul single ataupun mini album. Semakin banyak kepala sepertinya semakin sulit untuk merepresentasikannya dalam sebuah visual/ilustrasi, mengingat Greg sendiri juga seorang ilustrator.
Arsita Pinandtia atau akrab dipanggil Dito beberapa kali menyebutkan contoh kugiran yang lahir dari rahim sekolah seni kemudian muncul idiom art rock. Moderator sekaligus tuan rumah Danang Rusdy yang juga kami kenal melalui kanal media Keruang memberikan kesempatan kepada audience untuk bertanya.
Salah satu penanya dari Solo, menanyakan perihal penamaan judul & Musik Menjadi Visual apakah tidak terbalik karena dari diskusi pada sore hari itu beberapa kali disebutkan bahwa kugiran yang lahir dari kesenian (visual) kemudian menjadi musik. Dito menuturkan, “Pemilihan dan (&) yang biasanya menjadi kata sambung ini memiliki makna yang luas, misalkan kata dan menjadi judul lagu, mungkin hanya Sheila On 7 yang memiliki lagu berjudul Dan. Jadi, dan (&) di sini sebenarnya ada kata sebelumnya yang biasanya jadi pelengkap. Pembaca diberikan kebebasan untuk berimajinasi, … & musik menjadi visual.”
Bincang-bincang kali ini tak terasa sampai melebihi waktu yang seharusnya dijadwalkan selesai pukul 18.00 WIB, setidaknya lebih sekitar 15 menitan. Sesi diskusi diakhiri dengan pencatatan dalam bentuk foto bersama.
Penulis: A.
Editor: Rudi Agus Hartanto


Posting Komentar untuk "Bincang-Bincang Buku “& Musik Menjadi Visual” di Lokananta Records Store"
Posting Komentar