Puisi Tubuh Diam - Adiatma Rosyid

Gambar diolah oleh A.
Tubuh Diam (Bencana Aceh)

Diterpa kemilau angin pagi yang coklat.
Selaput rambutmu ditegah laut sepenuh langit yang ditebar Angin Senyar.
Pohon yang terkuliti, kaku didorong lumat air bah.
Air hujan, airmata tak lain adalah riam dari ketabahanmu sendiri.
Setiap kali alam beranjak rapuh di tangan konsesi sawit.
Kakimu hanyut, dalam perjalanan berlumpur, di antara sungai kekar di alam Aceh: pada jembatan runtuh yang koyak oleh bandang setinggi langit.
Hanya tinggal tubuh diam yang berjalan panjang demi bertahan untuk segenggam air, serta sekepal beras.
Lirih saja, cinta berkobar, ditikam kelakar pemerintah yang kecut tak berempati.
Tubuh diam, dilekati lumpur dipenuhi kosong.
Hanya Tuhan tetap menggenang di dada berlapik cemerlang keilahian cinta.

19 Desember 2025

Tentang Penulis: 
Adiatma Rosyid, pengelola Rawat Hayat di Desa Jeblogs, Karanganom, Klaten.

.


.

Posting Komentar untuk "Puisi Tubuh Diam - Adiatma Rosyid"