Dunia Futuris yang Distopia dalam Ekstase Karya Scantofia

Gambar Sampul Ekstase


Bayangkan sebuah bangunan tua yang telah lama ditinggalkan. Dindingnya masih berdiri dan bentuknya masih menyimpan kemegahannya di masa lalu. Namun, kehidupan yang dahulu mengisinya telah menghilang. Lantas, bagaimana ceritanya akan diteruskan kepada generasi seterusnya?

Lalu, bagaimana jika cerita itu tidak disajikan melalui sebuah kata, tetapi melalui sebuah sonik?

Pertanyaan tersebut membawa kita kepada single Ekstase milik Scantofia. Sosok yang bernama asli Daniel Bagas ini mengemas fragmen-fragmen sonik menjadi suatu keutuhan musik tanpa vokal dan tidak patuh pada pakem musik konvensional. Sedikit perkenalan, Scantofia merupakan moniker dan projek solo dari Daniel Bagas. Pun dirinya juga merupakan gitaris dari band Post Rock ternama asal Jogja yaitu Niskala. Namun, mari sejenak melepaskan Niskala dari pembahasan pada sosok Scantofia. 

Track Ekstase ini dirilis pada 18 Agustus 2026 silam. Single ini menjadi pembuka pada upcoming EP terbarunya yang akan diberi tajuk KRRRANG. Pengejawantahan dunia fiksi yang tertuang dalam tulisan ini merupakan hasil setelah mendengar Ekstase.


Ekstase Bangunan Terbengkalai di Blitar

Menurut KBBI, diksi ‘ekstase’ memiliki arti keadaan di luar kesadaran diri (seperti keadaan orang yang sedang khusyuk bersemedi). Jika dikaitkan dengan single ini, kata ‘ekstase’ dapat ditafsirkan sebagai kondisi pengalaman seseorang terhadap suatu ruang/objek yang membuatnya melihat hal tersebut tidak seperti biasanya. Seolah-olah larut ke dalam ruang atau persepsinya sendiri.

Pun begitu juga, single Ekstase ini diambil dari bangunan terbengkalai dengan gaya art deco di Blitar, Jawa Timur. Bahkan lebih jauh lagi, bangunan terbengkalai ini menjadi referensi utama dalam EP terbaru mendatang. 

Seiring dengan penjelasan singkat mengenai ekstase, kondisi tersebut yang hadir pada sosok Scantofia. Sebagai landasan kreatif pada single Ekstase, bangunan terbengkalai tersebut diterjemahkan oleh Scantofia menjadi sebuah bebunyian yang intens dan agresif. Bagi Scantofia, bangunan terbengkalai ini tidak dilihat sebagai sebuah objek biasa. Namun, ia dilihat sebagai sebuah ruang yang diisi oleh memori, obsesi, dan sesuatu yang mungkin masih tertinggal setelah manusia meninggalkannya.


Sajian Dunia Futuris yang Distopia

Scantofia menyajikan musik tekno, elektronik, industrial, dan rock penuh distorsi dalam single Ekstase. Melalui perpaduan berbagai bebunyian dan referensi bangunan art deco, Scantofia membawa dunia fiksi dalam single terbarunya. Seolah kita ditarik dalam dunia imaji yang diciptakannya.

Dengan materi single yang begitu intens, detik demi detik diisi dengan bunyi yang saling mengisi. Di mana pendengar tidak diberikan jeda saat Ekstase terputar. Begitu detik pertama dimulai, kita ditarik pada imaji dunia futuristiknya. Meski art deco dengan futuris merupakan dua hal yang berbeda, tetapi bebunyian yang disajikan merepresentasikan dunia yang futuris.

Bayangan dunia futuris ini disajikan dalam dua hal yang berlawanan. Gaya arsitektur art deco sering dikaitkan dengan gaya yang glamorous dan penuh dengan keteraturan. Namun, Scantofia juga memberikan nuansa yang mencekam, distorsi, dan kerusakan sistem di bawah gedung-gedung megah melalui unsur rock di dalamnya. Single “Ekstase” ini seakan menjadi awal dalam kisah fiksi dunia futuris yang distopia.



Upcoming EP KRRRANG

Dalam diskografinya, Scantofia telah merilis dua album penuh bertajuk Scantofia (2017) dan Amarah Nyalang Nyala Mega (2021). Dan usai melepas single Ekstase ini, Scantofia akan menambah katalog rilisannya melalui EP KRRRANG mendatang. 

Jikalau dalam album Amarah Nyalang Nyala Mega kita mendapati kemarahan Scantofia yang dirangkum menjadi sebuah elemen bebunyian. Kini kita akan mendapati dunia fiksi yang dirangkum menjadi fragmen sonik. Dunia fiksi yang di-ekstase melalui sebuah bangunan terbengkalai bergaya art deco

Satu hal yang menjadi perhatian penuh untuk upcoming EP melalui single Ekstase, Scantofia mampu menyajikan narasi kuat melalui fragmen sonik yang intens dan agresif. Track ini menjadi pintu pembuka kuat untuk memasuki dunia karangan oleh Scantofia.



Penulis: Aliawan Ghozali Isnaen, sosok pekerja yang terus menulis sebagai wahana untuk refreshing.  Editor: Rudi Agus Hartanto



Posting Komentar untuk "Dunia Futuris yang Distopia dalam Ekstase Karya Scantofia"