Puisi Bercengkrama dengan Tuhan - Novia Eka Mardani
![]() |
| Foto: A. |
Bercengkrama dengan Tuhan
tuhan,
tolong tanggalkan riuh ini sebentar
kepalaku terlalu bising untuk sekedar bersabar
pikiran buruk berarak liar
mengais petaka sebelum takdir memberi kabar
satu per satu pikiran menyulut cemas
diguyur waswas yang tak kunjung tuntas
skenario suram saling bersusulan
bagai kawanan gagak berebut kelam
aku menengadah ke langit-langit kamar
mencari-Mu di antara dengung yang buyar
jika mukjizat terlalu sukar untuk kau hadirkan
cukup redakan yang tak sanggup kutenangkan
tuhan,
aku hanya butuh sedikit lena yang khusyuk
agar kelopak mata tak terus merunduk
jemariku terlalu lama memijat pelipis
menahan cemas yang kian bengis
ada gemuruh di tempurung kepala
ada resah yang enggan menjelma reda
di setiap kemunkinan menjelma petaka
jauh sebelum takdir sempat membukanya
tuhan,
aku hanya butuh sedikit lena yang khusyuk
agar kelopak mata tak terus merunduk
jemariku terlalu lama memijat pelipis
menahan cemas yang kian bengis
ada gemuruh di tempurung kepala
ada resah yang enggan menjelma reda
di setiap kemunkinan menjelma petaka
jauh sebelum takdir sempat membukanya
Penulis: Novia Eka Mardani
.
.

Posting Komentar untuk "Puisi Bercengkrama dengan Tuhan - Novia Eka Mardani"
Posting Komentar